Download


Senin, 30 April 2012

Kumpulan Puisi


Bunda

Senyummu melambangkan ketabahan
Sinar matamu bagaikan
Surya di hatiku
Belain kasihmu selembut sutra

Bunda . . . . . .
Kasihmu tak terbatas
Meski aku tak dapat membalasnya
Tapi aku akan tetap berusaha
Kau telah merawatku
Dengan penuh kasih sayang
Tanpa engkau berkeluh kesah

Bunda . . . . . .
Hanya dirimulah yang aku sayangi
Hanya dirimulah yang terbaik
Yang pernah ada di hatiku
Dan hanya dirimulah
Satu-satunya cinta di hatiku

Cinta palsu
Pernah ku simpan rasa ini
Bersama jalani suka dan duka
Namunku hanya sesalkan sifatmu
Kau tinggalkan diriku
Disaat aku kecewa dan terluka

Meskipun begitu ku harus melepas dirimu
Demi hari esok yang lebih baik
Yang akan membawa kebahagiaan dalam
Hidupku

Seuntai kata dari lubuk hatiku
Biarlah cinta mengalir seperti air yang jernih
Dan janganlah sekali-kali menebar cinta
Kala Engkau tidak bisa membalas cinta itu
Dengan hati yang jujur dan tulus
Maka simpan saja cinta palsumu itu

Kamu..!!
Kamu.!
Semua yang menjadi bahagia hati _
Kamu.!
Semua yang menjadi inspirasi hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi janji hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi harapan hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi kepercayaan hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi keteguhan hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi keyakinan hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi pelita hati_
kamu..!
Semua yang menjadi penopang hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi rasa hati_
Kamu.!
Semua yang menjadi tujuan hati_
Oh Kamu..!!

Pesan rindu buat sahabat
Awan mendung menghiasi
Langit-langit mataku
Ku teringat akan
Sosok sahabat yang dulu
Riang menyapa
Di setiap hari-hariku

Tapi itu dulu …
Senyum itu, canda itu, riang itu
Kini tak bisa ku dengar
Dan kurasakan lagi

Sedih …
Sedih hatiku
Karena hari-hariku sepi tanpamu
Dia telah pergi jauh
Jauh meninggalkan aku

Ingatkah kau kini akan aku sobat..??
Akankah kita bisa
Bermain dan bercanda lagi
Seperti dulu

Wahai awan kirimkanlah
Pesan rinduku padanya
Aku akan selalu menantinya
Menanti akan kehadirannya
Sampai diriku tak bisa lagi
Untuk melihat dunia….


Tangisan hati
Inikah akhir dari kenangan
Inikah akhir dari keikhlasan
Inikah akhir dari pengorbanan
Kenangan, keikhlasan, pengorbanan . . .

Yang selama ini aku curahkan dalam bimbingan hati
Ternyata memar dalam hati
Yang selama ini aku mengais-ngais kasih sayangmu
Ternyata sia-sia

Dan ku mohon kepadanya tuk diberi keikhlasan
Tuk tetap sabar atas penghianatanmu
Terima kasih atas sayangmu walau itu menyakitkan
Terima kasih atas perhatianmu walau itu menyedihkan
Terima kasih pula atas cintamu walau itu munusuk hati


Tuhan tak pernah ingkar
Hlang satu cahayaku
Cahaya yang menerangi
Kala hidup gelap
Kala aku terlelap
Sempat aku rapuh
Terpincang dan terjatuh
Beruntung tak sampai dalam

Aku harus tegar
Jika kaki kiri patah
Masih ada kaki yang kanan

Tuhan akan baik hati
Menganugerahkan seorang lagi
Yang menjagaku
Menasihatiku . . . dan yang selalu
Membutuhkanku . . .


Cahayaku
Malam begitu gelap
Tanpa sinar bintang dan bulan
Kemana kamu pergi..??
Ingin ku cari Engkau . . .
Tapi . . .??
Hanyalah kekecewaan
Yang aku temukan

n
Malam ini begitu hampa tanpamu
Hampa karenamu, hanyalah . . .
Kesendirian dan kesepian yang selalu
Menemaniku

Kemana engkau pergi wahai cahayaku . . .
Kusangat merindukanmu wahai cahayaku . . .
Temani malam-malamku yang selalu hampa
Hanya engkau yang dapat menghiburku

Tuhan . . .
Kirim cahaya-Mu untukku
Untuk menemani kesendirian hidup ini
Terima kasih Tuhan . . .

Inginku jadi kekasihmu
Engkau
Pesonamu  membuat hatiku luluh
Senyummu yang indah
Selalu menghangatkan tubuhku
Dan di saat ku pejamkan mata ini
Yang terlihat dalam kegelapan
Hanya wajahmu

Ingin rasanya angin dapat
Menyampaikan isi hatiku
Yang telah lama luka
Karena cinta yang laen

Inginku selalu dalam pelukanmu
Dan merasakan hangatnya kasihmu
Walau kita tak ditakdirkan bersama
Aku ingin melihatmu dari kejauhan saja

Memang kau telah jadi miliknya
Tapi aku kan selalu setia menunggumu
Sampai rasa cintamu kau curahkan
Semua padaku

Kasih ku
Saat aku berjalan sendiri
Menapak kehidupan sepi
Kau hadir….
Dalam senyuman berarti
Dengan tatapan mata penuh misteri
Ada sebersyit isyarat
Yang tiada aku mengerti

Diam-diam aku mencari
Arti dari semua ini
Namun…
Sampai saat ini
Jawabnya belum pasti
Semuanya masih belum ku mengerti

Tiba-tiba kau menghilang
Bagaikan di telan malam
Sementara…
Hati yang bisa bicara
Walau tak terucap sepatah kata
Aku mulai merasakan
Ada setitik rindu untuk jumpa
Meski aku tak tahu
Apakah rindu ini hanya milikku
Apakah hadirmu…..akan temani jalanku…
Dalam hatiku berkata
Aku butuh kamu…
Kasih ku…

SENDIRI
Ku tersedut di sini
Menjalani hari-hariku sendiri
Tiada kawan ku nanti
Resah dan sepi selalu ku jalani

Ketika surga menerangi diriku
Ku sambut mentari pagi
Ketika fajar menyembunyikan sinarnya
Ku takut hari esok tak lagi ku lalui

Tuhan…..
Walau kini ku hanya bisa menanti waktu
Biarkanlah aku berarti untuk dirinya
Izinkan membahagiakannya
Ku ingin bersujud di pangkuannya

Ku tak ingin sia-siakan waktu
Ku akan terus berjuang
Mentari apa yang belum pernah aku rasakan
Mentari apa yang sepantasnya aku dapatkan
Ku ingin belaian kasih sayangmu….
Ibu…..

Teman
Teman ibarat satu janji yang
Di buat dalam hati
Tak dapat ditulis
Tak dapat dibaca
Tak terpisahkan dalam jarak
Tak berubah oleh waktu
Sekali kita teman selamanya kita teman

Teman …
Hatiku sepi tanpa Engkau …
Hidupku tak berarti Tanpamu …
Diariku kosong tanpa Hadirmu …
Bagikan malam tanpa Bulan …

Ku sedih..
Ku senang bila Engkau selalu di dekatku..
Kau seperti matahriku dalam hidupku
Kau seperti bulan di malam gelapku
Bagaikan bidadari yang tercipta untukku
Selamanya…..

Usainya cerita tentang kita
Melihat mereka tersenyum dari depan pintu
Mendengar senandung langkahnya berpacu
Menuju bangku
Menghirup aroma tubuhnya yang sayu
Itu yang selalu ku tunggu tiap fajar menyingsing

Ruang itu …
Ruang yang memberi jantungnya untuk kita
Untuk kita merajut asa
Untuk kita menyeka air mata

Hari ini, ruangan itu kian hampa
Jantungnya terhenti tanpa tawa dan air mata
Usai sudah cerita tentang kita
Cerita yang akan selalu bersemayam dalam jiwa

Sahabat …
Kisahmu tak akan pernah pudar dihatiku
Ronamu kan selalu terlukis dalam jiwaku
Meski raga kita terbelenggu jarak dan waktu
Namun, hati kita kan selalu menyatu

Selamanya . . . selamanya . . .


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites