Download


Jumat, 06 April 2012

Adap bercanda

Sebagai agama fitrah, islam tdk melarang dorongan alamiah manusia untuk tertawa dan bersenang hati,karena itulah canda di perbolehkan, tpi jgn smpek ktawa-ktwa ndri lowh ntar di sangka org gila lagi..He…He..He…ktwa klo ada lucunya gpp tpi klo gx ada kan anech tuw…kyk org di jln itu lho yg biasanya modar-mandir..He..He.ayo tebak siapa coba…hmz pasti  uda tau semua kan…iya btul itu dia,,He,,He…blm di sebutkan juga uda btul gmn sich..??gx mau ksih teu ach ntar ada yang tersinggung lagi…He…He..namun meski diperbolehkan bercanda ada adab atau rambu-rambunya seperti yang dijelaskan dibawah ini :


Dilarang menjadikan ajaran agama(tauhid) risalah ayat Al Qur’an) sebagai bahan gurauan:” Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah mereka akan menjawab :”Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja” katakanlah apakah dengan alloh ayat-ayatnya dan rosulnya kamu selalu berolok-olok” (TQS:9:65).

V -  Tidak menggunakan kebohongan dan mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan pasangan tertawa, sabda Rosululloh SAW :” celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta  untuk menjadikan orang lain tertawa, celaka dia”. (HR.Ahmad,Abu dawud,Tirmidzi,Hatim)

V – Jangan mengandung penghinaan dan merendahkan pasangan: “Hai orang yang beriman janganlah suatu kaum menglok-olok kaum yang lain,(karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (TQS AL Hujarat:ii)

V – sebaiknya tidak menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim , sabda nabi SAW:” Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim lainnya.”(HR.Ath – Thabrani) dan “ Janganlah salah seseorang diantara kamu mengambil barang saudaranya, baik dengan maksud bermain-main ataupun sungguh-sungguh.(HR. Tirmidzi)

V – jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang seharusnya menangis, tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada (cara dan macam)perkataanya sendiri. Allah mencela orang-orang musyrik yang tertawa ketika mendengarkan Al- Qur’an padahal seharusnya mereka menangis sehingga allah berfirman :” Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberian ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis sedangkan kamu melengahkannya” (TQS. An – Najm:5661)

V – wajar, tidak berlebihan dan dapat diterima akal sehat, dan sesuai dengan tata kehidupan masyarakat, sabda Nabi SAW:” Jangan kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati” (HR.Tirmidzi) berilah humor dalam perkataan dengan ukuran seperti anda memberi garam pada makanan, sederhanalah engkau dalam bergurau, karena berlebehan dalam bergurau dapat menghilangkan harga diri dan menyebabkan orang-orang berani kepadamu, tetapi meninggalkan bergurau akan menjadikan kakunya persahabatan dan sepinya pergaulan.

Berikut tadi ulasan bagaimana adab bercanda. Kita dibolehkan bercanda pada pas waktunya janganlah bercanda bukan pada  pas waktunya karena bisa mengganggu orang di sekeliling kita.


0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites