Sebagai
agama fitrah, islam tdk melarang dorongan alamiah manusia untuk tertawa dan
bersenang hati,karena itulah canda di perbolehkan, tpi jgn smpek ktawa-ktwa
ndri lowh ntar di sangka org gila lagi..He…He..He…ktwa klo ada lucunya gpp tpi klo
gx ada kan anech tuw…kyk org di jln itu lho yg biasanya
modar-mandir..He..He.ayo tebak siapa coba…hmz pasti uda tau semua kan…iya btul itu
dia,,He,,He…blm di sebutkan juga uda btul gmn sich..??gx mau ksih teu ach ntar
ada yang tersinggung lagi…He…He..namun meski diperbolehkan bercanda ada adab
atau rambu-rambunya seperti yang dijelaskan dibawah ini :
Dilarang
menjadikan ajaran agama(tauhid) risalah ayat Al Qur’an) sebagai bahan gurauan:”
Dan jika kamu tanyakan mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu) tentulah
mereka akan menjawab :”Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan
bermain-main saja” katakanlah apakah dengan alloh ayat-ayatnya dan rosulnya
kamu selalu berolok-olok” (TQS:9:65).
V
- Tidak menggunakan kebohongan dan
mengada-ada sebagai alat untuk menjadikan pasangan tertawa, sabda Rosululloh
SAW :” celakalah bagi orang yang berkata dengan berdusta untuk menjadikan orang lain tertawa, celaka
dia”. (HR.Ahmad,Abu dawud,Tirmidzi,Hatim)
V
– Jangan mengandung penghinaan dan merendahkan pasangan: “Hai orang yang
beriman janganlah suatu kaum menglok-olok kaum yang lain,(karena) boleh jadi
mereka (yang diperolok-olok) lebih baik dari mereka (TQS AL Hujarat:ii)
V
– sebaiknya tidak menimbulkan kesedihan dan ketakutan terhadap orang muslim ,
sabda nabi SAW:” Tidak halal bagi seseorang menakut-nakuti sesama muslim
lainnya.”(HR.Ath – Thabrani) dan “ Janganlah salah seseorang diantara kamu
mengambil barang saudaranya, baik dengan maksud bermain-main ataupun
sungguh-sungguh.(HR. Tirmidzi)
V
– jangan bergurau untuk urusan yang serius dan jangan tertawa dalam urusan yang
seharusnya menangis, tiap-tiap sesuatu ada tempatnya, tiap-tiap kondisi ada
(cara dan macam)perkataanya sendiri. Allah mencela orang-orang musyrik yang
tertawa ketika mendengarkan Al- Qur’an padahal seharusnya mereka menangis
sehingga allah berfirman :” Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberian
ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis sedangkan kamu melengahkannya”
(TQS. An – Najm:5661)
V
– wajar, tidak berlebihan dan dapat diterima akal sehat, dan sesuai dengan tata
kehidupan masyarakat, sabda Nabi SAW:” Jangan kamu banyak tertawa, karena
banyak tertawa itu dapat mematikan hati” (HR.Tirmidzi) berilah humor dalam
perkataan dengan ukuran seperti anda memberi garam pada makanan, sederhanalah
engkau dalam bergurau, karena berlebehan dalam bergurau dapat menghilangkan
harga diri dan menyebabkan orang-orang berani kepadamu, tetapi meninggalkan
bergurau akan menjadikan kakunya persahabatan dan sepinya pergaulan.
Berikut
tadi ulasan bagaimana adab bercanda. Kita dibolehkan bercanda pada pas waktunya
janganlah bercanda bukan pada pas
waktunya karena bisa mengganggu orang di sekeliling kita.

























0 komentar:
Posting Komentar